Ganti Judul dan ALt sendiri

Pesan dari Hati Untuk Pembaca Blog Aishawa

Ketika kau mengundang seseorang datang ke rumahmu, kamu menyambutnya, menjamunya, dan memuliakannya. Saat dia berpamitan, kau berharap satu kesan baik tertanam di benaknya. Bisa kesan tentang rumahmu, keramah tamahanmu, hidanganmu, atau sebuah pesan bermakna yang sempat kau sampaikan melekat di hatinya.

Sebagaimana mengundang tamu di dunia nyata, mengundang seseorang datang ke blog kita juga mengandung harapan akan tersampaikannya sebuah pesan. Ada blog yang menganggap pesan itu sangat penting, hingga meramunya menjadi pesan yang mudah diterima. Ada juga blog yang yang asal ada visitor mau mampir, sudah senang, tanpa memikirkan pesan yang ingin disampaikan.

Dengan niat menjadikan blog Aishawa sebagai media ibadah, blog ini memiliki pesan. Banyak pesan yang Aishawa sebagai Mindful Ukhti ingin sampaikan kepada sesama teman muslimah. Namun ada satu core message (pesan inti) yang ingin Aishawa delivery. Dan harapanku, aku bisa meramunya di setiap tulisan blogpost nanti.

Oh ya, tulisan kali ini masih dalam rangka reset pondasi ngeblogku. Tema tentang Suara yang Inging didengar (core message blog) menjadi pilihan tema challenge menulis Blogspedia yang kupilih.

Core message atau pesan inti blog berkaitan erat dengan Niche dan branding blog. Niche blog bisa dibilang topik utama blog. Sedangkan branding blog itu tentang apa yang orang pikirkan pertama kali saat melihat atau mengingat blog kita.
“Mbranding Ra mbranding bakal kebranding” teringatku akan petuah Bapak Branding Indonesia, Pak Bi (Subijakto). Artinya apa yang kita personakan itu yang akan orang tangkap.
Blog yang tertata rapi dan pesannya dikemas cantik, manis, sarat makna, akan diingat pembacanya sebagai blog yang memberi nilai tambah baginya. Akan mudah mengingatnya kembali.

Jika niche bisa kita pilih. Branding lebih ke persepsi pembaca yang menilai. Core message yang tepat dan kuat akan menguatkan branding blog.

“Menjahit Ulang” Blog Aishawa

Apaan sih, menjahit Ulang blog? Ibarat menjahit pakaian, aku melihat pakaian ini kurang cocok untukku. Dan aku merasa perlu melepas semua jahitannya kemudian menjahitnya ulang.

Repot? Iya. Tapi aku punya visi yang kurasa lebih baik dan lebih cocok untukku.

Di blog Aishawa, aku merasa perlu melakukan perubahan, terutama di Niche blog. Sebelum ini, Niche blog Aishawa adalah Holistic Life. Ini adalah tentang balance dari kesehatan menyeluruh meliputi kesehatan fisik, mental, spiritual, sosial, finansial.

Mengapa ingin merubahnya? Apakah tema Holistic Life tidak cocok lagi untukku? Tidak, aku masih suka. Hanya saja, aku merasa tidak bisa membawakannya dengan baik. Aku kurang bisa mengalir (flow) dengan tema ini.

Karena aku masih sangat suka dengan tema Holistic Life, aku akan tetap memakainya. Aku hanya akan merubah POVnya.

Jika sebelumnya, Holistic Life jadi niche utama. Ke depannya tidak lagi. Aku akan memakainya sebagai acuan dan batasan pembahasan saja.

Jadi, apa niche blog Aishawa selanjutnya?

My Niche, my Ikigai

Untuk blog pertama yang merupakan bagian dari pertumbuhan diriku, aku menentukan niche dengan panduan ikigai.

Ini ikigai versi yang umum orang kenal ya, bukan ikigai versi asli orang Jepang yang lebih spesifik dan simpel. Ikigai versi umum ini dipopulerkan oleh Hector Garcia dan Frances Mirales. Aku menyebutnya ikigai profesi.
Biar ngeblog terasa lebih ringan, mengalir (flow), tanpa beban, prinsipnya aku harus bisa menikmati prosesnya. Selain itu harus tetap dalam batasan kapasitas yang kupunya, yaitu waktu dan energiku
Blog bukan prioritas utama hidupku. Tapi aku ingin menjadikannya penting karena ini menjadi investasi ibadahku. Selain tentu karena alasan aku butuh untuk menyalurkan voice of me.

Kembali ke niche blog Aishawa, akhirnya kutentukan berdasarkan ikigaiku. Kugunakan 4 pilar ikigai, yaitu:

1. Apa passion utamaku? Spirituality Islam

2. Apa yang kukuasai/pengalamanku? Ini masih belum bisa kumasukkan sebagai expertise (yang kukuasai). Tapi scrolling timeku banyak kuhabiskan untuk konten-konten Islam. Jadi, kalo sebagian besar waktuku untuk itu, hal lain di luar itu tentu akan lebih tidak kumengerti. Apa yang sering aku share juga tentang konten Islam. Apa yang coba kupraktekkan, juga banyak dari sisi ini.

3. Apa yang dunia butuhkan dariku? Mengacu pada passion dan yang coba kupelajari, aku memilih target audience muslimah. Dunia muslimah membutuhkan ruang dan teman saling berbagi insight seputar hal di kehidupan religius mereka.

Bagaimana muslimah bertahan dan berjuang di kehidupan yang makin rentan fitnah baik di dunia nyata dan Maya. Sementara itu jati diri muslimah makin sulit memperjuangkannya. Di sini blog Aishawa hadir sebagai teman seperjalanan. Semoga bisa saling menguatkan.

4. Bagaimana aku bisa mendapatkan sesuatu untuk modal melanjutkan perjuangan ini? Ini bahasaku aja ya. Lugasnya ini tentang ide monetisasi berdasar niche yang aku pilih.

Belum terlalu memikirkan. Sedikit gambaran yang terlintas, aku bisa membuat ebook yang relevan dengan permasalahan muslimah pembacaku nanti, atau aku bisa merekomendasikan produk yang muslimah butuhkan seperti jurnal muslimah, dan produk lainnya.

Dari pertimbangan ikigai tersebut, aku menentukan niche yang lebih spesifik untuk blog Aishawa.
Alamat blog: aishawa.com
Niche: Personal blog (target audience: muslimah) 
Nama/Headline Blog: Mindful Ukhti
Tagline: Terhubung ke Diri, Terhubung ke Allah

Pesan Hati Blog Aishawa

Setalah fix dengan Niche, saatnya memikirkan apa core massage dari blog.

Aishawa memilih core message kesadaran atau mindfulness. Kesadaran terbesar adalah selalu terhubung dengan Allah. 
Allah itu Andalan, bukan Cadangan
Kesadaran kedua adalah kesadaran untuk terhubung dengan diri. Di era serba klik yang mengantarkan dan menghubungkan kita ke siapa pun di mana pun saat ini, ironisnya kita kurang terhubung ke diri.

Sulit untuk melihat diri sejati, sulit mengidentifikasi apa yang dirasa, apa yang dimau sebenarnya. Ini berpengaruh terhadap berbagai aspek hidup terutama dalam problem solving dan pengambilan keputusan.

Hari ini, saat akan memilih atau memutuskan sesuatu, otak auto klik mencari rekomendasi secara daring. Bertanya terlebih dahulu kepada diri sendiri tentang apa sebenarnya yang paling dia mau, bukan pilihan pertama.

Ikut trend atau FOMO jadi alasan di banyak pilihan. Bukan analisa sadar terhadap kebutuhan diri. Bukan pula menepi dan bertanya dulu pada Allah memohon petunjuk. Padahal dua hal ini akan sangat berpengaruh besar dalam perjalanan hidup seorang muslimah.

Itu mungkin hal paling mendasar sebagai core message dari blog Aishawa. Masih ada pesan lain yang penting untuk para muslimah yang akan menghiasi bacaan-bacaan blog ini.

Dengan mindfulness, aku mengajak muslimah untuk menjalani hidup lebih realistis dan menetapkan prioritas. Realistis memandang hidup fana ini hanya sebentar dan kita harus banyak berbekal. Sedangkan bekal utama adalah iman, ilmu, dan panduan.

Realistis kita hidup dengan sumber daya yang terbatas. Waktu, energi, uang, support system, semuanya terbatas. Tapi ketahuilah, semua yang serba terbatas itu bisa dimaksimalkan dengan mencari barakah padanya.

Hidup yang terbatas ini juga butuh prioritas. Konsep hidup holistik bisa menjadi batasan prioritas kita wahai muslimah. Dengan lebih memperhatikan dan mengoptimalkan pilar-pilar hidup holistik (kesehatan fisik, jiwa, pikiran, spiritual, finansial, sosial), kita akan bisa menjalani hidup lebih seimbang dan bahagia. Tentu saja juga harus mengesampingkan yang bukan prioritas.

How to Deliver The Message?

Pesan sampai jika disampaikan langsung. Bisa juga secara tidak langsung melalui hikmah.

Core message yang sudah dipetakan untuk blog Aishawa akan disampaikan secara implisit maupun eksplisit. Spiritnya akan mewarnai setiap postingan blog.

Namun begitu, aku ingin menyampaikannya dengan mengalir. Selama itu sudah menjadi ruhku, sebagai Mindful Ukhti, insya Allah tulisanku ga akan jauh dari tagline terhubung ke diri, terhubung ke Allah.

Beberapa label/kategori blog, memberikan guideline. Di kategori The Straight Path, yang memilih kisah-kisah epik perjalanan hidayah, cerminan dari para aktor nyata kehidupan memberikan kita gambaran bagaimana seorang hamba bergelut dengan dirinya demi menemukan Rabbnya. Sisi terhubung ke diri dan terhubung ke Allah paling kuat kurasa ada di kategori ini.

Di kategori Daily Ukhti, aku ingin eksplor tentang jurnaling. Sebuah aktivitas menulis harian yang mindful untuk memperbaiki diri. Sisi terhubung ke diri sangat kuat di part ini.

Kategori lain kurasa akan terasa vibesnya terhubung ke diri dan terhubung ke Allah tergantung bagaimana nanti aku mengemas tulisannya. Misal di kategori Amanah Body yang membahas wellness. Aku akan bahas dari sisi naturopati.

Naturopati ini dekat sekali dengan konsep kesehatan Rasulullah. Rasulullah adalah teladan hamba yang menguatkan fisik dirinya demi lebih kuat dan optimal beribadah pada Rabbnya.

Itu saja aku contohkan bagaimana mengeksplore beberapa kategori agar sejalan dengan core message blog Aishawa sebagai Mindful Ukhti. Aku sungguh berharap bisa berjalan juga beriringan, tumbuh dan menjadi lebih baik bersama blogku ini.

Bagaimana menurutmu, teman? Apakah pesan terdalam blog Aishawa menjadi hal menarik bagimu? Kalau boleh tahu, hal spiritual apa yang paling menarik dan teman-teman butuhkan? Bantu aku dengan berbagi insight darimu di kolom komentar ya. Terima kasih sangat…

#TheCupuersIsBack
#RamadanSoulJourney
#BloggingAsIbadah




Post a Comment

Ingin memberi tanggapan atau saran? Silahkan drop di comment box. Terima kasih!
Arsip