Ide niche itu tidak muncul begitu saja. Berpikir, merefleksi, dan bertanya menjadi cara yang harus kulalui.
Akan kujabarkan secara detail caraku mengurai keruwetan pikiran demi menemukan si niche ini. Yah akhirnya aku bisa menghargai hasil dan prosesku yang cukup bikin lelah, namun berbuah lega.
Cara menemukan jawaban adalah dengan bertanya. Kepada siapa? Tengok kanan, kiri, ke dalam diri, pada kebiasaan, pada waktu, pada gadget, pada algoritma, dan akhirnya pada asisten AI.
Perjalananmu mungkin tak seruwet aku, Teman. Tapi barangkali mau melihat sisi pusingku waktu itu sebelum di titik pilihan akhir. Inilah ceritanya.
Bertanya Pada Aishawa Versi Lama
Niche yang kupilih untuk blog Aishawa sebelumnya adalah tentang Holistic Lifestyle versi Muslimah. Apakah aku puas? Atau kah ingin berubah?Tema Holistic Lifestyle memang aku banget. Aku ingin tetap berada di niche ini. Masalahku ada di ketidakmampuanku mengkomunikasikannya secara lugas dan agar mudah dimengerti oleh pembacaku.
Aku merasakannya karena aku sendiri merasa kurang dalam menjelaskan dan membuat postingan yang terkait dengannya. Blog plan ku banyak yang belum tereksekusi. Jadinya tidak mencerminkan apa yang ingin kusampaikan.
Core message ga sampai. Jadi, branding blog nya juga kurang jelas.
Aku sendiri merasa kurang terhubung dengan blogku yang sebelumnya kuharapkan sebagai rumah nyamanku. Aku ingin saat kembali ke blog berasa pulang seperti saat ku membuka jurnalku.
So, gimana selanjutnya aku masih ingin bertahan dengan niche itu tapi ingin lebih baik? Pencarian jati diri masih berlanjut…
Bertanya Pada Waktu dan Energi
Mikirin blog kenapa harus mumet? Karena punya blog bukan sekedar mainan tapi bagian dari cita-cita lama yang terwujud. Tapi terwujud saja tak cukup, yang long lasting adalah merawatnya. Merawat itu butuh waktu dan energi yang tidak sedikit.Kubertanya pada waktu yang kugenggam saat ini. Dari 24 jam ku, berapa persen bisa kudedikasikan untuk blog? Aku punya 10% dari hariku untuk pegang gadget. 5% maksimal bisa kuberikan untuk blogku.
5% berarti sekitar 1,2 jam sehari bisa untuk ngeblog. Ngeblog bukan cuma melulu nulis, posting, beres. Ada tahapan nyari ide, riset, nulis, baca ulang, editing, bikin infografis, posting, dan yang hampir selalu terjadi adalah ada masa bengong yang lumayan lama.
Untuk blogku yang di tahap nggak serius-serius amat, kuanggap waktu segitu sudah sangat bagus. Dan luar biasa jika aku bisa konsisten tiap hari.
Dengan waktu itu, topik apa yang bisa kunikmati, bisa kueksplore dengan riang, tanpa merasa tertekan seolah sedang kejar tayang project besar?
Niche yang kupilih tidak boleh menguras waktu dan energi ku, apalagi membuat otakku cenut-cenut. Rule baru: pantang burnout demi ngeblog!
Bertanya Pada Diri dan Habit
Maumu apa sih? Ya, aku masih pingin ngeblog. Aku ingin flow aja njalaninya. Saat nulis berasa nulis status wa, saat ngedit berasa lagi ndandani surat cinta, saat bikin desain berasa lagi ndekor kamar. Enak, kan?Habit apa yang berkaitan dengan kebiasaan bersosial media? Status apa yang paling sering kamu posting? Status siapa yang paling sering kau stalking? Biasanya tentang apa?
Hmm…kurasa aku mulai tau. Status wa teman yang paling sering kulihat yang berkaitan dengan quotes, poster Islam, spiritual thought. Dan seperti itu pula yang suka kurepost, yang kucari ke sana ke mari, kujadikan bahan postingan SW ku.
Haus dengan spiritualitas Islam identik dengan diriku. Si jiwa labil yang sering butuh penguatan iman. Dan juga suka share hal serupa demi menemukan teman yang memiliki minat sama.
Bertanya Pada Algoritma
Nggak sengaja aku kepikiran algoritma. Di Instagram dan YouTube, begitu kubuka, konten apa yang paling dulu dan paling banyak menyambutku? Konten Islami lagi.Jadi, inikah ketertarikan besarku? Passionate jadi landasan utama menentukan niche. Oke, aku memilihnya.
So, mau ngeblog dengan niche Islami? Islami macam mana? Itu masih sangat luas. Mana menguasai aku tentang Islam? Wong suka karena suka belajar, bukan expertise. Nah, bingung lagi…
Bertanya Pada Keresahanku
Teringat insight dari kelas bisnis. Jika memilih bisnis, mulailah dari keresahanmu. Bisa juga kah untuk memilih niche? Apa Keresahanku?Coba kupikir lebih spesifik. Aku sering mikirin muslimah, terutama adek-adek Gen Z dan di bawahnya. Putriku di pesantren banyak bercerita rupa-rupa polah ukhti muslimah zaman ini. Tidak hanya dari pondoknya saja, tapi berita dari lingkar pesantren putri lain juga terdengar.
Aku sedih, prihatin, dan takut dengan anak-anakku kelak. Rasanya pingin jadi teman berbincangnya. Ingin tahu isi pikirannya. Bagaimana generasi muslimah kita sangat berbeda. Gap yang aku sendiri tak tau gimana menyatukannya.
Di pesantren sudah sedemikian rupa, apalagi di dunia Maya. Ragam cerita yang makin susah kucerna.
Jika mengaitkan dengan target pembaca, mungkin aku akan memilih muslimah sebagai pembacaku.
Bertanya Pada “Simpanan”
Galeri ku, simpananku. Kotak-kotak folder itu menyimpan jawaban akan minatku. Apa aja yang tersimpan di folder penyimpanan IG? Apa saja yang ada di galeri handphone yang berat hati kuhapus? Banyak ternyata, bikin makin bingung.Tapi dari file-file tersebut, aku pilah dan jadi bahan pertimbangan buatku untuk menentukan niche blogku nanti.
Aku pilih beberapa kata kunci. Islam, mindfulness, Holistic Lifestyle, produktivitas. Isi folderku lumayan numpuk untuk kategori-kategori itu.
Keyword tersebut fix mewakili apa yang menjadi minatku, ingin kupelajari, ingin kuterapkan, dan ingin kubagikan.
Bertanya Pada my Dear Assistan
Meramu minat menjadi niche dan konsep sebuah blog ternyata masih butuh mikir lagi. Memadukan antara apa mauku, bagaimana kemampuanku, dan potensi kebermanfaatannya seperti merakit sebuah masterpiece.Udah, aku pusing! Buntu!
Terpikirlah jalan pintas itu, nanya ke AI. Katanya doi kan bisa jadi asisten pribadi. Baiklah, mari kita coba. Tanyain aja, sebingung dan sepusing apa dia bakal jawab pertanyaanku.
Dan hasilnya….
Kurekomendasikan si AI Gemini ini, jadi obat pusing saingan Bodrex. Eh, beneran loh, gara-gara ngobrol sama dia, mumetku ilang, inspirasi tiba-tiba datang.
Kalo kamu tanya gimana cara minumnya, berapa dosisnya? Itu bikin pusingku kumat lagi. Pokoknya brainstorming aja, curhat apa adanya, tanyain, dia jawab tanya lagi, pake mode konseling, sampai ketemu jawaban apa yang paling sesuai buatmu.
Aku bagikan aja ya jawaban yang kuperlukan dari pertanyaanku tentang niche terbaik untuk blogku.
Niche itu tentang tema utama blog dan pembaca yang dituju.
Resep untuk niche blog yang long lasting adalah yang sesuai ikigai kita.Imagine 4 pilar ikigai ini juga melandasi niche blog kita:
1. Apa yang kamu sukai (passion)
2. Apa yang kamu kuasai (expertise/experience)
3. Apa yang dibutuhkan dunia (vocation)
4. Bisa menghasilkan apa (monetize)
Dengan prinsip ikigai ini aku menentukan niche blog Aishawa.
Alamat blog: aishawa.comDengan niche Personal blog yang menekankan pada jati diriku sebagai teman muslimahmu ini, aku menyampaikan pesan bahwa blog ini ditulis oleh muslimah dan berbagi kepada muslimah. Koridor Holistic Life menjadi pagar bagi blog yang kuberi headline Mindful Ukhti ini.
Niche: Personal blog (teman muslimahmu) dalam koridor Holistic Life
Nama/Headline Blog: Mindful Ukhti
Tagline: Terhubung ke Diri, Terhubung ke Allah
Holistic Life berarti keseimbangan antara kesehatan dan kesejahteraan fisik (tubuh, finansial, living), mental, sosial, dan spiritual. Namun, di Mindful Ukhti akan lebih menguatkan aspek spiritual.
Ruh spiritual akan menjadi lokomotif nya, sedangkan aspek holistik lain akan menjadi bagian dari gerbang-gerbang yang ditariknya.
Kalo disederhanakan, blog Aishawa yang ingin dikenal sebagai Mindful Ukhti ini akan jadi blog yang muslimah friendly. Aishawa mengajak muslimah membangun kesadaran dengan terlebih dahulu terhubung ke diri dan menguatkan hubungan dengan Allah.
Berbagai topik yang dekat dengan keseharian muslimah akan jadi bahasan menarik. Semuanya dalam spirit ingin mendekatkan diri dengan Allah dan ingin mencapai hidup yang lebih balance.
Beberapa label blog yang akan mewakili rumah Aishawa adalah:
Mindful Mind and Soul (Mental Health dan Tazkiyatun Nafs)Sebenarnya niche ini masih sama dengan niche gado-gado atau lifestyle. Bakal bahas apa saja di sepanjang perjalanan Mindful Ukhti. Pembedanya hanya di target audience yang lebih spesifik dan penekanan di sisi spiritual mindfulness.
Barakah Flow (Manajemen waktu, produktivitas, pertumbuhan diri)
Amanah Body (wellness)
Daily Ukhti ( Jurnaling)
Halal Living ( Inspirasi hidup sehari-hari )
Life and Love ( Relationship)
The Straight Path ( Cermin keimanan dalam kisah mualaf dan hijrah)
Feel Nice with my Niche
Udah lega…Ngobrol sama Gemini bukan saja memberi banyak insight. Keruwetan ku menentukan niche terurai dan menemukan jalan tengahnya.Aku merasa nyaman dengan niche ini. Rasa menemukan diri, menyatukan berbagai elemen diri, merasa flow tanpa terbebani.
Akhirnya, apa yang kuharapkan bisa memandang blog dengan lebih santai, tanpa khawatir akan banyak tersita waktu dan energiku karenanya, terijabah dengan menemukan niche ini.
Keinginan untuk bisa menjadikan nulis blog sebagai ibadah, bermanfaat bagi orang lain, dan menjadikan media untukku bertumbuh, juga terakomodasi melalui niche ini. I feel nice with this niche.
Pesan penting apa sebenarnya yang ingin kusampaikan dari niche ini, aku jelaskan lebih lengkap di tulisan The Core Message of Aishawa.
Finally, ini adalah tulisan terakhirku dari Blogspedia Challenge edisi Ramadhan 1447 H. Lega sekali aku bisa menyelesaikan ini. Bagiku ini terasa lebih seperti jurnaling daripada nulis artikel. Aku berupaya terhubung ke diri untuk membangun kembali pondasi ngeblogku.
Terima kasih banyak Blogspedia. Kamu selalu punya cara untuk kami-kami yang nyaris menyerah.
Apa kabar teman-teman bloggerku? Nampaknya siapa saja yang ikut challenge ini bakal siap bangkit pasca Ramadhan ya. Cerita dong apa resolusimu untuk blog planmu selanjutnya? Apakah kamu merasa mendapatkan energi baru setelah challenge ini? Bagi dong semangatnya biar menular sampai sini…
#TheCupuersIsBack
#RamadanSoulJourney
#BloggingAsIbadah

Post a Comment