Ganti Judul dan ALt sendiri

Asus ZenBook Duo (UX8406) Laptop Terbaik Untuk Ibu Digital di Era Society 5.0

Asus ZenBook Duo 2024

Era Society 5.0 menawarkan peluang berlimpah sekaligus tantangan besar bagi peran seorang ibu. Ibu dituntut memiliki mindset yang adaptif, bisa merespon perkembangan zaman dengan lebih bijaksana sekaligus lebih produktif dan kreatif. Untuk mendukung peran multitasking dan multiperan seorang ibu di dunia digital ini, ASUS berinovasi menciptakan perangkat digital yang akan sangat membantu para ibu menjalankan tugasnya sekaligus meningkatkan kualitas diri untuk memberi kebermanfaatan yang lebih besar. Perangkat yang ditunggu-tunggu kehadirannya tersebut adalah Asus ZenBook Duo UX8406, Laptop Terbaik Untuk Ibu Digital Tangguh. Sebuah terobosan baru yang akan mengakomodir energi baik dan kepedulian seorang ibu untuk berkarya.

Kemudahan dan Peluang Ibu di Era Digital

Perlu berhenti sejenak dan mengambil jeda bagi saya untuk sadar sedang berada di zaman apa saat ini. Era Society 5.0, di sinilah katanya saat ini kita berada.

Saat saya SMP berarti di era 3.0, belum ada komputer di sekolah-sekolah. Ketika saya SMA saya kursus komputer dengan program MS DOS dan belajar sedikit-sedikit Windows yang baru hadir saat itu. Sekarang, anak SMP saya ujian sekolah menggunakan smartphone dan sudah tertarik belajar coding. Saya pernah ada di masa kalau telpon di pinggir jalan pake koin, ke wartel, pake kartu, hingga sekarang sudah bisa Videocall dengan mudah. Saat saya kecil kalau ke pasar sama ibu, kami menunggu dokar (delman), sekarang bisa mudah minta jemput gocar. Sungguh perjalanan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Kurang dari setengah abad melewati 3 era revolusi industri. Perubahan ini juga merubah kehidupan seorang ibu dalam peran multitaskingnya.

Awal Maret lalu, di grup WhatsApp komunitas yang saya ikuti muncul notifikasi chat banyak sekali. Tumben, ada apa nih, biasanya grup ini rame kalo ada something special. Ini dia ternyata sumber keramaian itu:

“Buku Paris sampai Eropa. Soon teman-teman yah^^’

Miss Vivin mengetik chat singkat. Ada kiriman postingan Instagram yang menyertainya. Foto Miss Vivin yang cantik dengan latar cafe di Turki sedang memegang buku “Powerfull Influencer”. Hey...jadi akhirnya bawa bukunya ke Istambul Youth Summits!

Oh ya, PARIS adalah singkatan dari Powerful Influencer School. Sebuah komunitas empowering women yang masih merupakan bagian dari program PT. Paragon Corp. Tau kan? Itu brand skincare dan kosmetik besar di Indonesia.

Buku pertama Powerful Influencer School
Foto: Instagram Miss Vivin

Sekilas itu hal biasa. Sebuah buku antologi karya bersama komunitas dibawa jalan-jalan sekalian untuk dipromosikan. Tapi bagi saya, seorang ibu rumah tangga biasa yang sehari-hari berkutat dengan nyapu, nyuci, masak, antar jemput anak, tipe full domestic mom dasteran, bisa punya kesempatan menulis buku bersama orang-orang hebat itu adalah hal yang luar biasa.

Banyak kesempatan yang saya dapatkan saat ini adalah berawal dari scroll-scroll social media. Bisa menulis buku adalah impian rahasia saya yang hanya saya bisikkan ke bestie saya saat masih kuliah. Kemudian saya tak pernah mengungkitnya lagi karena tak tau jalan menuju ke sana. Dan sekarang tiba-tiba terwujud begitu saja ketika saya sudah berstatus ibu 4 anak. The real definition of the dream comes true.

Membuat bukunya pun super cepat. Tanggal 15 Februari kami diajak malmingan via zoom, ternyata untuk eksekusi buku tersebut. Kami diajari menulis dengan memanfaatkan AI. Memolesnya dengan sentuhan personal experience, dan jadilah sebuah naskah. Deadline esok harinya, lanjut editing, dan masuk penerbit. Tanggal 3 Maret buku sudah dibawa jalan-jalan ke Turki.

Kemajuan teknologi informasi telah nyata memberikan berbagai macam peluang bagi ibu seperti saya. Saya seorang ibu yang sejak awal memutuskan untuk mengasuh anak sendiri dan tinggal di rumah. Untuk pekerjaan, saya memilih berbisnis dari rumah. Usaha saya saat ini adalah produksi kue dan berjualan makanan kesehatan. Ketika peluang di bidang kepenulisan datang, saya mengambilnya dan saat ini berkomitmen untuk menekuninya. Saya berkesempatan mengikuti kelas blogger dan kemudian menjadi blogger juga dipengaruhi oleh peluang yang datang dari dunia digital.

Telah banyak kisah ibu rumah tangga yang sukses membangun bisnis dan karir impiannya dengan kemudahan di era digital sekarang ini. Hari-hari dalam kehidupan kita sangat terbantu dengan internet. Tentu saja pengguna internet juga meningkat setiap harinya.

Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) melaporkan jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2023 mencapai 215,62 juta. Dari sisi pekerjaan, mayoritas pengguna internet di Indonesia adalah pekerja (60,32 persen), diikuti kemudian ibu rumah tangga (19,85 persen), pelajar dan mahasiswa (16,10 persen), dan tidak bekerja (3,11 persen).

Ternyata banyak ya pengguna internet dari kalangan kaum ibu rumah tangga. Para ibu menggunakan internet tidak saja untuk sumber mencari informasi, inspirasi, dan hiburan, tetapi juga untuk bekerja.

Ibu di hari ini sering juga disebut sebagai Ibu Gen Z. Ibu Gen Z memiliki tantangan berbeda dalam membangun hubungan yang kuat dalam keluarga, dan mencari keseimbangan antara pekerjaan, pendidikan, dan keluarga.

The Guardian melaporkan bahwa banyak dari ibu gen Z juga mencari cara untuk lebih fleksibel dalam urusan karir, seperti bekerja dari rumah, agar dapat lebih dekat dengan anak-anak mereka. Dengan dukungan dari komunitas daring dan sumber daya digital, mereka dapat memastikan anak-anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik dalam dunia yang terus berubah.

Litani Wattimena, seorang Brand Communication Strategist memberikan sebutan untuk ibu berdasarkan peran yang diambilnya.

Ibu 1.0: Ibu rumah tangga. 
Seorang istri dan ibu yang bekerja di rumah melayani suami, mengurus anak dan mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga. 

Ibu 2.0: Ibu bekerja di luar rumah. Mereka juga ingin mengaktualisasikan diri mereka di luar rumah dengan cara bekerja, bukan hanya itu ibu bekerja juga ingin membantu perekonomian keluarga.

Ibu 3,0: Ibu bekerja di rumah. Inilah fase sekarang, ibu bekerja namun masih tetap berada di rumah. Mereka bisa bekerja kantoran namun dapat dikerjakan pekerjaannya di manapun atau secara remote.
Para ibu ini menjadi entrepreneur bekerja menghasilkan uang tapi masih di rumah saja masih bisa mengurus anak-anak. Mungkin mereka berjualan online, memiliki toko online seperti saya sekarang. Bisa juga ibu yang memiliki pekerjaan freelance seperti penulis atau designer grafis atau apapun yang memang bisa dikerjakan di mana saja, ungkap Litani Wattimena saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (3/8/2021).
Pekerjaan-pekerjaan remote yang memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi menjadi pilihan banyak ibu. Bahkan sekarang ini kecenderungan para ibu untuk menjadi freelancer dan Work From Anywhere (WFA) meningkat. Tanggung jawab terhadap keluarga, prioritas kepada anak, dan menganggap rumah sebagai lovely nest and office yang minim stress menjadi pertimbangan besar.

Beberapa jenis pekerjaan remote yang banyak dipilih para ibu adalah:
  1. Virtual Assistant
  2. Content Writer
  3. Content Creator
  4. Blogger
  5. Customer Service Representative
  6. SEO Specialist
  7. Data Entry Specialist
  8. Data Analyst
  9. Translator
  10. Online Tutor
  11. Graphic Designer
  12. Social Media Specialist
  13. Web Developer
  14. Digital Marketing
Selain bekerja remote, pilihan para ibu yang bekerja di rumah adalah sebagai enterpreneur/bussiness owner/brand owner.

Tantangan Ibu Di Era Digital

Seorang ibu di dunia digital ini diharapkan memiliki beberapa kecakapan, yaitu: Cakap fisik,mental, emosi, spiritual, mengenali diri sendiri, dan siap menghadapi tantangan.

Tantangan terbesar seorang ibu di era digital ini terutama berkaitan dengan pengasuhan anak. Ibu bersaing dengan internet dalam hal mengambil perhatian anak. Peran ibu sebagai madrasah pertama bagi anak terancam dengan gadget. 
 Al-Ummu madrasatul ula, idza a’adadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq.” Syair tersebut bermakna, “Ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya. Jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau persiapkan bangsa yang baik pada akarnya.” Esensi ibu menjadi sekolah pertama sekarang ini berubah menjadi, “al-gadget madrasatul ula”, gadget menjadi sekolah pertama bagi anak.
Kita adalah ibu para Gen Z yang merupakan pilar penting dalam membangun keluarga di era digital.. Karena tumbuh dalam era digital, hal itu berpengaruh pada cara ibu mengasuh anak-anak.
Ibu ideal hari ini dihadapkan pada soft challenge, yaitu bagaimana meminimalisasi gagap teknologi menjadi melek informasi. Tantangan bisa menjadi sarana kaum ibu untuk belajar sepanjang hayat serta berlatih mengatur masalah menjadi peluang sehingga bisa menjadi ibu yang lebih baik dan produktif.
(Ketua Umum PP Persaudaraan Muslimah (Salimah) Siti Faizah)
Hal itu juga sejalan dengan yang disampaikan oleh Psikolog anak Ibu Elly Risman.

Sekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda mengatakan, para ibu harus bisa mengimbagi anak di era teknologi ini. Menurutnya, kaum ibu harus mempersiapkan anak dengan teknologi yang sehat. Karena jika tidak, lanjut dia, anak bisa menjadi korban dari teknologi itu sendiri.

Jadi, ibu di era ini punya tugas mendampingi anak memahamkan literasi digital. Literasi digital bukan lagi urusan melek digital, melainkan melatih struktur berpikir anak untuk tidak mudah percaya atau sceptical thinking di era banjirnya informasi ini. Juga untuk melatih adab memasuki dunia digital, dan senantiasa mengasah ketrampilan berpikir tingkat tinggi atau High Order Thinking Skills lewat segala hal di era digital
Saring before sharing, think positive before post.


Nah, Bu... bagaimana, berat kan menjadi Ibu di zaman ini? 
Be smarter than technology. And always aware that technology were invented by humans and for humans, jadi kita selalu sadar bahwa kitalah yang mengontrol teknologi dan bukan sebaliknya.
Jadi, jika tidak ingin kalah dengan peran teknologi informasi dalam mendampingi tumbuh kembang anak, ibu harus mengambil peran aktif. Ibu harus mempunyai kontribusi dalam pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi digital. Tentu saja tidak dalam segala hal. Pilih materi belajar yang strategis bisa memasukkan nilai-nilai moral, etika, dan keagamaan.
Kontribusi terbesarmu kepada dunia mungkin bukan sesuatu yang kamu lakukan, tetapi siapa yang kamu besarkan
Sementara untuk hal-hal teknis, mereka bisa belajar dari sekolah dan dari mana saja. Anak zaman sekarang sangat cepat belajar teknologi dan kemudahan belajar berasal dari mana saja.

Beberapa waktu lalu, putri saya yang belajar di pesantren telpon dengan heboh.

 “.....aku seterob dengan Pak Sandi!!” 
Apaan sih ini, maksudnya gimana, antusias banget. Setelah tenang, dia menjelaskan kalau pesantrennya ketempatan event workshop Santri Digital Preneur yang merupakan program dari Kemenparekraf. Jadi rupanya anak saya cerita kalo habis ketemu sama Pak Sandiaga Uno dan awak media nasional yang datang ke pondok. 

Pesantren Bina Madani Magelang
Cerita Putri saya bertemu Pak Sandiaga Uno di pesantrennya. Sumber: website kemenparekraf.go.id dan Instagram @santridigitalpreneur.id

Saya baru tau dengan program Santri Digital Preneur ini. Ini merupakan program dari Kemenparekraf untuk mengajarkan digital preneur di kalangan pesantren. Ada 50-an santriwati yang merupakan perwakilan dari pesantren-pesantren di Jawa Tengah berkumpul di pesantren anak saya untuk menghadiri event tersebut. Selama 4 hari workshop, santriwati dibekali dengan ilmu praktek membuat konten dan ilmu enterpreneurship, dengan bimbingan langsung dari kru khusus Kemenparekraf. Dan program ini terus berlanjut ke pesantren lain di seluruh Indonesia.

Belum lama ini saya lewat di depan sekolah SD anak saya dulu. Sekilas saya melihat baliho PPDB yang mencantumkan kegiatan ekstrakurikuler. Dan salah satu kegiatannya adalah cinematography. Saya takjub dengan kegiatan anak-anak sekarang. Sekolah sudah mengakomodasinya.

Karena penasaran dengan ekskul anak jaman now, saya coba searching kegiatan ekstrakurikuler di SD swasta di Surabaya. Salah satu sekolah mencantumkan puluhan kegiatan ekskul yang beberapa diantaranya berkaitan dengan teknologi. Ada robotika, elektronika, broadcasting, content creator, desain grafis, fotografi, coding.

Saya melongo dengan deretan ekskul keren itu. Luar biasa anak sekarang. Kesempatan dan percepatan anak belajar teknologi apa pun itu adalah suatu keniscayaan. Dan peran orang tua untuk mengimbangi daya tarik teknologi di mata anak adalah suatu tantangan. Jangan sampai teknologi mengikis banyak nilai baik yang sudah kita dan pendidik tanamkan.

Bagi seorang ibu di zaman ini, terlibat dalam pendidikan anak dengan ikut memanfaatkan teknologi digital sebaiknya menjadi upaya tanpa henti yang optimis dan tetap rileks. Terus dampingi anak, manfaatkan teknologi sebaik-baiknya.

Inilah Rasanya Menjadi Ibu Digital dengan Perangkat Seadanya

Ibu digital adalah ibu yg menggunakan teknologi digital dalam aktivitasnya sehari-hari, baik dalam perannya sebagai ibu yang mendampingi anak belajar, maupun dalam aktivitas pekerjaan dan peran lainnya.

Tahun 2023 menjadi tahun dengan banyak aktivitas di dunia digital bagi saya. Setelah anak bungsu saya berumur 2 tahun, saya mulai tertarik untuk nyemplung di kegiatan online lagi. Dan berawal dari scrolling social media, beberapa kesempatan hadir menawarkan hal menarik.

Di tahun 2023 saya berhasil mendapatkan kesempatan belajar di kelas blogger dan kelas content creator. Berbekal minat dan antusiasme, saya jalani kelas yang sudah lama jadi incaran itu.

Rupanya saya termasuk Bonek alias bondo nekat. Modal semangat tapi lupa dengan modal perangkat. Masa iya masuk kelas blogger dan content creator Cuma modal smartphone saja? Tapi karena menganggap kesempatan belum tentu datang lagi, saya nekat jalani. It’s okay, saya pasti akan temukan jalan nanti. Dan babak ujian keterbatasan itu dimulai.

Di kelas blogger, saat mengerjakan tugas riset keyword dan makeover template blog saya kesulitan. Repot banget kalo pake hape. Mana laptop di rumah lama ga dipake jadinya rusak. Akhirnya saya dibantu anak saya menemukan warnet untuk mengerjakan tugas ganti template blog.

Warnet zaman sekarang itu warnet gamers, bukan seperti warnet jaman dulu buat browsing. Bagusnya warnetnya ga bersekat, jadi terbuka dan kemungkinan kecil untuk melihat hal-hal asusila. Jeleknya.....gamers tu all out kalo neriakin gamenya.

Saat pake warnet, dekat saya ada yang lagi nge-game. Sepanjang saya berkutat dengan kode html template blog yang musingin itu, dia teriak-teriak sesukanya. Segala sumpah serapah bahasa bule dikeluarkan. Saya, seorang ibu-ibu di sebelahnya sangat terganggu sekali. Benar-benar nggak ada empatinya ni mas-mas.

Di ujung ruangan saya mendengar teriakan gamers lain. Kali ini pake bahasa Surabaya. Sumpah serapah dan segala misuh-misuhan arek Suroboyo keluar. Ya Rabbii.....kok Yo tegel ngeluarin kata-kata seperti itu didengar orang banyak. Asli sebel hati ini dengan tingkah polah anak sekarang yang minim empati dan akhlak.

Karena ngurusi blog itu saya jadi terlempar ke sisi dunia anak gamers yang bikin sedih. Saya jadi tau fenomena teriakan ala gamers. Sesuatu yang zaman saya dulu nggak ada. Akhlak dan adab pada sekitar entah ke mana lagi. Ini kah potret dunia hiburan anak muda sekarang?

Hati seorang ibu bertanya, apa yang bisa diperbuatnya untuk kehidupan anak-anak yang sudah banyak bergeser dari nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

Balada nggak memiliki perangkat yang memadai terasa juga efeknya saat mengikuti kelas content creator. Waktu presentasi saya kesulitan karena berbekal hape doang. Syukurlah terbantu dengan waktu habis jadi boleh mengirimkan rekaman video presentasi saja. Selamat deh kali ini.

Saat project mengerjakan buku “Powerful Influencer”, kami harus menghadiri zoom meeting sekaligus berlatih menulis secara langsung. Jadi perlu 3 aplikasi bekerja bersamaan, yaitu zoom, website open.ai, dan Microsoft Word. Semua menggunakan perangkat lebih dari satu tentunya. Saya terselamatkan (lagi) dengan hujan deras di mana-mana, jadi peserta lain juga ada kendala koneksi ke zoom yang tersendat. Akhirnya sesi bikin buku bareng lanjut via WhatsApp grup dengan instruksi voice note.

Pengalaman lain mati gaya gara-gara tidak memiliki perangkat yang kompatibel saya alami saat mendampingi anak belajar mengasah minatnya. Saat scrolling social media saya menemukan kelas uji coba coding gratis. Saya tawarkan kepada anak laki-laki saya yang memang berminat belajar coding. Dia setuju dan siap belajar dengan pendampingan.

Hari yang disepakati tiba. Kami siap dengan laptop dan handphone untuk komunikasi dengan tutor. Tutor mengirimkan link zoom untuk belajar. Saya mencoba mengakses link tersebut di laptop. Tapi koneksi tak kunjung berhasil. Setelah cukup lama menunggu, mas tutor bertanya apakah laptop kami menggunakan windows 7? Waduh, kenapa saya nggak kenal dengan perangkat di rumah kami. Setelah saya cek, benar banget...it’s windows 7. Dan kabar buruknya, untuk kelas coding kami harus menggunakan laptop dengan specs minimal windows 10.

Tentu saja saya malu dan merasa bersalah dengan anak saya. Saya sadar selama ini tidak terlalu perhatian dengan perangkat yang digunakan untuk belajar anak-anak. Perangkat yang ada masih mencukupi untuk mengerjakan tugas sekolah dan pekerjaan kantor suami. Tapi tidak kompatibel untuk upgrade skill kami.

Jadi, dengan kebutuhan keluarga kami akhir-akhir ini untuk upgrade skill dan untuk pekerjaan saya sebagai blogger dan content creator , rasanya sudah waktunya untuk mempertimbangkan memiliki perangkat komputasi yang lebih bisa diandalkan.

Dan pencarian laptop idaman untuk membantu produktivitas kami dimulai. Mulai saat ini harus buka mata buka telinga untuk mencari laptop yang tepat untuk kebutuhan saya dan keluarga.

ASUS ZenBook Duo UX8406, Laptop Revolusioner Terbaik Untuk Ibu Digital 

Hal menyenangkan menjadi seorang blogger adalah kita cepat mendapatkan update berita terbaru. Seperti saat saya tengah mencari rekomendasi laptop untuk membantu pekerjaan dan peran saya sebagai ibu, ada informasi akan segera ada rilis laptop terbaru dari ASUS yang berfokus meningkatkan produktivitas. Nah, ini dia patut dikepoin lebih lanjut. Untuk urusan laptop, ASUS sudah tidak perlu diragukan lagi. Jadi, saya langsung antusias dengan kehadiran produk baru ASUS, tanpa perlu tengok kanan kiri lagi.

Mengapa Memilih ASUS

Sebenarnya nggak perlu ditanya lagi mengapa saya memilih ASUS. ASUS menduduki posisi pertama sebagai merek laptop pilihan masyarakat Indonesia. ASUS juga telah menjadi pemimpin pasar laptop di Indonesia selama satu dekade berturut-turut. Jadi, ASUS tu sudah menjadi Top of Mind dalam pilihan laptop.

Pilihan masyarakat tentu karena alasan kualitas produk ASUS. ASUS memimpin industri teknologi melalui desain serta inovasi canggih untuk menghasilkan perangkat cerdas terbaik yang dapat dinikmati oleh semua penggunanya. Satu keunggulan ASUS adalah selalu menciptakan produk dengan riset mendalam karena ASUS ingin menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan penggunanya. Berkat segala inovasinya itu, ASUS telah memenangkan lebih dari 69.602 penghargaan dari organisasi teknologi terpandang dan media IT dari seluruh dunia sejak tahun 2001. Banyak banget, kan? Ya, se-qualified itu ASUS di mata dunia.

ASUS sendiri merupakan perusahaan teknologi multinasional (produsen motherboard, PC, monitor, tablet, smartphone, kartu grafis, dan router) yang memiliki visi dan misi mendalam untuk terus mengejar inovasi terbaik di dunia dalam hal desain dan kualitas. Jadi, untuk perusahaan dengan komitmen kuat yang telah teruji itu, masyarakat bisa tenang karena sudah memiliki brand andalan di dunia teknologi komputer.

Revolusi Laptop Ditandai dengan Hadirnya ASUS ZenBook Duo UX8406

Era revolusi industri yang sudah sampai pada era Society 5.0 ini membutuhkan dukungan perangkat yang revolusioner juga. ASUS Zenbook DUO (UX8406) hadir sebagai jawaban.

ASUS resmi memperkenalkan Zenbook DUO (UX8406) di Indonesia. Zenbook DUO (UX8406) merupakan laptop dual-screen OLED terbaik di dunia yang didesain secara khusus untuk memaksimalkan produktivitas melalui teknologi dua layar serta AI. Zenbook DUO (UX8406) adalah perangkat revolusioner yang tampil sebagai standar laptop dua layar, serta mengubah cara interaksi pengguna dengan laptopnya.

ASUS Zenbook DUO UX8406 ini adalah jawaban kebutuhan masyarakat akan kebutuhan komputasi yang canggih di Era Society 5.0. Hadirnya Zenbook DUO melalui tahap penyempurnaan beberapa kali. ASUS mengawalinya dengan sebuah Project di tahun 2018 yang diberi nama Project Precog. Project ini adalah tentang inovasi layar ganda pada sebuah laptop. Tim desain ASUS melihat bagaimana orang-orang bekerja dengan laptopnya. Seringkali mereka menggunakan monitor tambahan untuk memperluas ruang kerjanya. Masalah muncul ketika laptop harus digunakan di luar kantor sehingga memaksa mereka untuk kembali bekerja dengan satu layar. Maka, inovasi membuat laptop dengan layar ganda itu muncul. Baru pada tahun 2024 ini project tersebut berhasil dikembangkan secara sempurna, yaitu dengan hadirnya ASUS Zenbook DUO, laptop layar ganda terbaik di dunia yang akan merevolusi bagaimana kita berinteraksi dengan laptop dan memaksimalkan produktivitas sehari-hari.

“Revolusi laptop telah dimulai hari ini!” Jimmy Lin, ASUS Southeast Asia Regional Director.

Performa Tangguh, Andalan Ibu Digital Untuk Memaksimalkan Produktivitasnya

Bagi Ibu yang bekerja dengan mengandalkan teknologi digital seperti saya, hadirnya perangkat yang kompatibel dan canggih akan sangat membantu pekerjaan. Performa ASUS Zenbook DUO (UX8406) yang sudah terbukti ketangguhannya didukung oleh faktor-faktor berikut:

Processor

Zenbook DUO (UX8406) merupakan laptop terbaik yang ditenagai AI, hadir sebagai laptop Intel® Evo™ Edition, yaitu laptop terbaik yang dibekali dengan NPU (Neural Processing Unit) yang terintegrasi dengan prosesor Intel® Core™ Ultra 7 155H terbaru. NPU bernama Intel® AI Boost tersebut membuat laptop ini tampil lebih gesit, lebih hemat daya, dan lebih pintar dalam memproses aplikasi berbasis AI.

Teknologi AI Asus ZenBook Duo

Selain itu, prosesor Intel® Core™ Ultra 7 155H juga dibekali chip grafis Intel® Arc™ yang mampu menghadirkan performa hingga dua kali lipat dibandingkan dengan chip grafis terintegrasi di prosesor Intel® generasi sebelumnya. Chip grafis Intel® Arc™ juga sudah didukung berbagai teknologi grafis modern seperti real-time ray tracing, Xᵉ Super Sampling, hingga DX 12 Ultimate dan Advanced Media Engine. Di Zenbook DUO (UX8406), Intel® Arc™ tidak hanya dapat mengakselerasi pemrosesan grafis, tetapi juga video encoding yang tentunya sangat penting untuk para konten kreator.

Saya sendiri merasa sangat terbantu dengan AI ini. Saya masih takjub dengan kemampuan AI menerjemahkan dan menggenerate suatu perintah (prompt). Sampai kadang berpikir, apakah boleh saya menggunakan karya dari AI untuk project-project saya, saking merasa masa sih segampang itu, emang boleh?

Beberapa hal yang pernah saya lakukan menggunakan AI ini adalah:

Menulis artikel untuk buku antologi saya “Powerfull Influencer”. Saya mengetikkan prompt seperti yang diajarkan mentor saya. Hanya dalam sekian detik AI memberikan artikel 1500 kata seperti yang saya minta. Wow!! Saking shocknya, saya ga berani pake tulisan AI itu, dan saya tulis organik biar lebih banyak sentuhan personalnya.

Untuk tulisan, saat ini saya menggunakan AI untuk menggali ide saja, sebagai editor saya masih mengandalkan kemampuan otak manusia.

AI lebih banyak saya gunakan untuk project desain. Pertimbangan saya, orang ga masalah dengan aneka kamuflase desain, nggak merasa tertipu, bahkan menikmatinya.

Artificial Intelligent Picture
Hasil main-main dengan Bing.ai

Pekerjaan dengan AI akan sangat terbantu apabila didukung dengan perangkat yang mendukung kerja AI juga. Nah, ASUS Zenbook DUO UX8406 ini memberikan fitur tersebut.

Jadi, jangan khawatir proses generate yang lama karena dengan performa terbaiknya, laptop ini bisa melakukannya dengan lebih cepat dan akurat.

AI tidak saja saya gunakan untuk membantu pekerjaan ,tapi juga untuk menghibur diri. Kadang saya minta AI menggenerate desain bebas dengan prompt yang saya ketikkan. Kadang saya iseng mengajak AI mengobrol. Chit chat dengan AI menghibur juga loh, berasa ibu-ibu yang lagi gabut ni jadi merasa punya teman ngobrol. Saya bisa tertawa-tawa karena kadang jawaban AI lucu juga.

Sistem Operasi

ASUS Zenbook DUO (UX8406) sudah menggunakan Windows 11. Dukungan Windows 11 pada laptop akan membuat saya percaya diri untuk bergabung dengan kelas-kelas upgrade skill yang kadang membutuhkan performa tinggi. Seperti misalnya kelas coding yang sempat anak saya coba ikuti tai gagal karena saat itu performa Windows laptop kami tidak memadai.
Sistem Operasi ASUS Zenbook DUO

Hadir dengan sistem operasi Windows 11, ASUS Zenbook DUO (UX8406) juga merupakan laptop berfitur Copilot untuk dukungan AI. Copilot di Windows 11 melengkapi keahlian dan kreativitas Anda dengan bantuan kecerdasan serta jawaban relevan.

Selain itu, sudah dilengkapi Office Pre-Installed, agar Anda bisa nikmati semua manfaat dengan PC yang lengkap – PC sudah termasuk Office Home & Student 2021. Aplikasi Office versi lengkap (Word, Excel dan PowerPoint) memberikan semua fungsi yang dibutuhkan dan diharapkan oleh penggunanya
Untuk saya sendiri menggunakan berbagai aplikasi dalam bekerja seperti worksheet, daily planner, content planner, Microsoft Word, Social Media, berbagai grup chat, marketplace, aplikasi e-banking, dan lainnya akan lebih leluasa dan mudah, tidak takut terjadi lag

Memory and Storage

Untuk kebutuhan momori dan penyimpanan, laptop ini sangat bisa diandalkan. Dengan Memory sebesar 16GB LPDDR5X, dan Storage sebesar 1TB M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 Performance SSD, segala kebutuhan penyimpanan file pekerjaan dan aplikasi tidak perlu khawatir lagi. Apalagi untuk content creator yang harus menyimpan banyak video dan file desain, kapasitasnya sangat mencukupi.

Battery

Battery ASUS Zenbook DUO (UX8406) ini sudah pasti awet, dengan 75WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion. Untuk content creator yang harus beraktivitas lama di luar ruangan, misal editing di lokasi take video atau foto, tak perlu khawatir lagi bakal kehabisan baterai.

Desain Inovatif dan Stylish, Bersahabat Untuk Segala Aktivitas

Layar

Zenbook DUO (UX8406) dibekali dengan dua layar 14-inci Ketika dibentangkan, ukuran layarnya setara dengan 19,8-inci sehingga penggunanya memiliki ruang kerja yang lebih luas dibandingkan dengan laptop standar yang berarti produktivitas dapat didongkrak hingga dua kali lipat.

Dimensinya adalah 31.35 x 21.79 x 1.46 ~ 1.99 cm, denga berat 1.39 Kg untuk laptop dan 0.3 Kg untuk keyboard. Ini tipis, ringan banget untuk ibu-ibu yang biasa membawa beban berat gendong anak yang berkilo-kilo. Sebagus apa pun ibu-ibu punya pekerjaan di dunia digital, ibu ya tetap gendong anak. Body laptop yang ringan dan tipis sangat sesuai dengan aktivitas ibu yang multitasking dan multiperan.

Kadang saya harus keluar kota pulang ke desa bergegas kala mendengar kabar bapak atau ibu sedang sakit keras. Karena suami kerja di hari aktif, saya berangkat bersama anak-anak dengan kendaraan umum. Menggendong anak dan membawa laptop tentu merepotkan kalau laptopnya berat. Suami saya dulu menaruh laptopnya di atas kepala, bagasi atas, dengan diletakkan di tas ransel. Tapi laptop suami pernah hilang dalam perjalanan bus malam Semarang-Surabaya. Jadi, ternyata riskan membawa laptop bepergian.

Namun apabila laptopnya ringan, tipis dan bisa dimasukkan di dalam tas pundak tanpa terlihat, tanpa mencurigakan, tidak bikin pundak pegel juga, tentu ini lebih aman. Di zaman ini saat wanita pergi, tak cuma harus menyembunyikan perhiasannya saja, tapi juga perangkat elektroniknya. Dengan ASUS Zenbook DUO yang bisa diselipkan di tas tanpa terlihat, bepergian bisa tetap produktif, dan tetap bisa mengasuh anak serta merawat orang tua.




ASUS Zenbook DUO

Kedua layar Zenbook DUO (UX8406) beresolusi 3K 120Hz, mengusung teknologi ASUS Lumina OLED yang telah tersertifikasi Dolby Vision®, Pantone® Validated, dan memiliki color gamut 100% DCI-P3 untuk memastikan reproduksi warna terbaik dan akurat. Ibu-ibu digital yang sudah berjam-jam menatap layar, apalagi begadang nunggu anak-anak tidur saat bekerja, memang perlu layar berkualitas dan aman untuk mata. Ibu juga tidak perlu terlalu khawatir kalau anak-anak menatap layar terlalu lama karena ada teknologi layar yang bersahabat dengan penglihatan manusia ini.

Layar tersebut juga telah mengantongi sertifikasi VESA DisplayHDR™ True Black 500 dan mendukung teknologi touchscreen sehingga dapat digunakan bersama dengan stylus ASUS Pen 2.0 yang dapat memberikan input secara presisi. Biasanya kita menggunakan stylus pen di tablet atau smartphone canggih. Sekarang pake stylus dengan laptop juga bisa dengan Zenbook DUO (UX8406). Menggambar Doodle untuk desain yang lebih personalize, membuat signature yang elegan, dan aktivitas belajar anak menggambar dan menulis digital jadi lebih mudah. Sejauh ini saya masih mengandalkan doodle dari elemen canva untuk project desain saya. Tentu ada keterbatasan dan tidak bisa leluasa berkreasi. Dengan stylus pen, bikin desain ini itu jadi bisa menonjolkan ciri khas karya kita. Dan saya amati, desain dengan doodle lebih menarik, memberi nilai tambah apabila diaplikasikan pada kemasan produk dan konten feed Instagram kita.

Camera

Untuk Camera laptop didukung dengan Camera FHD, camera with IR and Ambient Light Sensor function, support Windows Hello, support Windows Studio Effect. Saat ibu-ibu meeting online atau video conference, tak lagi khawatir kualitas gambar video kita gelap dan blur karena kameranya sudah sangat canggih.

Audio

Audio ASUS DUO menggunakan Smart Amp Technology, harman/kardon certified. Teknologi ini sudah support AI Noise-cancelling sehingga kualitas suara jernih dan bisa mengurangi gangguan suara-suara yang tidak perlu di sekitar. Jadi saat berbicara atau meeting online tidak perlu khawatir terganggu dengan suara berisik anak, langkah kaki, atau audio di ruang sebelah yang biasanya ikut masuk.

Fleksibilitas Yang Membantu Multitasking dan Multiperan Ibu

Ibu itu bukan sekedar multitasking, tapi juga multiperan. Multitasking konteksnya memiliki banyak tugas yang harus dijalankan dalam waktu yang bersamaan atau berdekatan. Sedangkan multiperan maksudnya seorang ibu tidak saja sebagai ibu dalam satu waktu, tapi juga istri, pekerja, saudara, anggota masyarakat, dan tentu saja anak dari orang tuanya.

Tidak hanya sekadar memiliki dua layar, Zenbook DUO (UX8406) juga didesain sangat fkleksibel, mudah, dan nyaman digunakan. Fleksibilitasnya ada pada hal-hal berikut ini:

Input/Output (i/o) Port dan konektivitas yang sangat lengkap.

Input/Output 1x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 2x Thunderbolt™ 4 supports display / power delivery, 1x HDMI 2.1 TMDS, 1x 3.5mm Combo Audio Jack

Connectivity Wi-Fi 6E(802.11ax) (Dual band) 2*2 + Bluetooth® 5.3

Keyboard and Touchpad

Keyboard Bluetooth ASUS ErgoSense dengan touchpad terintegrasi, engsel layar yang dapat dibuka hingga 180°, serta penyangga terintegrasi yang memungkinkan lima mode penggunaan yang fleksibel.

Ada Fitur ScreenXpert yang telah disempurnakan juga hadir untuk memberikan pengalaman yang lebih intuitif ketika pengguna Zenbook DUO (UX8406) menggunakan laptop ini di semua mode penggunaannya. Di sini kita akan bermain jari-jari untuk beralih dari satu mode ke mode lainnya.

Desain keyboard yang dapat dilepas (detachable) pada Zenbook DUO (UX8406) juga memudahkan laptop ini untuk dibawa bepergian. Keyboard tersebut juga sangat mudah untuk digunakan karena pengisian dayanya dapat dilakukan secara otomatis saat Zenbook DUO (UX8406) digunakan pada Laptop Mode, yaitu ketika keyboard dipasangkan secara langsung ke bodi laptop. Jadi keyboard laptopnya ini menggunakan material yang halus sehingga aman ketika diletakkan di atas layar OLED.

Tidak hanya itu, keyboard Zenbook DUO (UX8406) juga dirancang untuk digunakan seharian berkat sistem cerdas yang memungkinkan laptop untuk menggunakan koneksi langsung ke laptop saat digunakan di Laptop Mode, serta beralih menggunakan koneksi Bluetooth secara otomatis saat dilepas dari body.

ASUS Zenbook DUO (UX8406) tampil sebagai laptop dua layar paling praktis dan terbaik di dunia dan memiliki 5 mode penggunaan. Berikut adalah lima mode penggunaan Zenbook DUO (UX8406):

1. Dual-Screen Mode: Inilah mode penggunaan yang paling membedakan Zenbook DUO (UX8406) dengan laptop lainnya. Mode ini memanfaatkan keberadaan layar kedua di Zenbook DUO (UX8406) secara penuh, yaitu dengan memposisikan laptop secara lebih tinggi menggunakan penyangga terintegrasi sehingga kedua layarnya dapat dilihat secara lebih nyaman. Penggunanya kemudian mengontrol Zenbook DUO (UX8406) menggunakan keyboard fisiknya secara nirkabel melalui koneksi Bluetooth.

ASUS Zenbook DUO mode layar ganda
ASUS Zenbook DUO: Mode Dual Screen 

Mode ini keren banget, kita bisa mengakses 2 layar secara bersamaan dengan posisi atas bawah. Untuk saya yang biasa menggunakan referensi berupa video YouTube, podcast, dan audiobook untuk bahan artikel blogpost, mode ini akan sangat membantu. Saya bisa gunakan layar atas untuk tayangan video, sedangkan layar bawah untuk mengetik di Microsoft Word. Sebelumnya saya menggunakan fitur split screen di Smartphone untuk aktivitas ini. Tentu saja kurang leluasa karena layar handphone kecil.

Mode ini juga oke banget digunakan saat meeting online, misalnya menggunakan zoom. Layar atas untuk zoom, layar bawah untuk mencatat atau mengerjakan task yang diperlukan apabila dalam meeting tersebut ada tugas yang dikerjakan saat itu juga. Ya seperti saat saya zoom meeting mengerjakan project buku “Powerful Influencer”. Saya memerlukan layar ekstra untuk akses website Open.ai sekaligus editing draft artikel.

Dan memang mengapa laptop ZenBook DUO ini sangat cocok untuk content creator seperti saya, karena dengan mode dua layar atas bawah ini sangat nyaman untuk editing video. Layar atas bisa digunakan untuk membuka halaman video referensi atau website referensi, layar bawahnya bisa untuk membuka aplikasi editing seperti Adobe Premiere atau yang lain. Super solutif.



2. Desktop Mode: Didesain untuk pengguna yang suka dengan layar vertikal, Desktop Mode di Zenbook DUO (UX8406) menawarkan dua layar vertikal yang diposisikan secara berdampingan. Mode ini sangat cocok untuk seknario penggunaan seperti menulis artikel, browsing, dan coding.

ASUS Zenbook DUO mode tablet
ASUS Zenbook DUO: Mode Desktop 

Memilih mode ini seperti memiliki tablet dengan dua layar yang berdampingan. Kita seperti sedang memegang buku besar yang bisa dibentangkan di tangan. Untuk segala keperluan membaca, mode ini sangat recommended. Biasanya saat sedang dapet (haid) saya membaca Qur’an melalui handphone dengan layar yang kecil karena perempuan yang sedang haid dilarang memegang mushaf Qur’an secara langsung. Bisa dibayangkan kan, apabila membaca Qur’an menggunakan Asus ZenBook Duo dengan mode ini, pasti lebih nyaman dan leluasa karena layarnya lebar dan bisa memegangnya dengan lebih leluasa seperti membaca Qur’an biasa

Mode ini juga sangat cocok digunakan saat belajar bersama anak-anak. Membacakan mereka buku yang dipinjam melalui perpustakaan online seperti ipusnas akan lebih nyaman. Saya bisa memegangnya seperti buku dengan anak-anak di kanan kiri saya. Untuk aktivitas belajar yang melibatkan menulis atau menggambar juga enak banget pake mode ini. Laptop bisa dipegang seperti buku, dengan bantuan stylus pen anak-anak bisa nyaman menggambar, mewarnai, bahkan berlatih menulis huruf Hijaiyah atau angka seperti yang anak-anak saya sukai.

3. Laptop Mode: Laptop mode membuat Zenbook DUO (UX8406) tampil layaknya laptop clamshell pada umumnya dengan satu layar aktif dan keyboard yang ditempatkan di atas layar keduanya. Mode penggunaan ini sangat cocok ketika Zenbook DUO (UX8406) digunakan di ruang terbatas seperti di dalam pesawat.

ASUS Zenbook DUO mode laptop
ASUS Zenbook DUO: Mode Laptop 

Saya menyebut mode ini sebagai mode “tawadhu’” atau mode “kamuflase”. Loh kenapa, bukannya ini malah mode laptop pada umumnya? Justru itu, kalau udah pegang Asus ZenBook Duo pinginnya kan optimalkan mode dua layar atau mode yang seperti pegang tablet. Tapi ada kalanya kalau kita pake laptop di luar rumah, misal di kafe atau pas lagi di tempat umum lainnya, saya lebih suka tidak menarik perhatian. Tar orang kaget ngelirik laptop kok bisa pake dua layar dibentangkan. Jika menggunakan mode laptop biasa masih memungkinkan, untuk di luar rumah saya lebih nyaman dan merasa aman dengan mode laptop clampshell biasa.

4. Laptop Mode with Virtual Keyboard: ASUS menghadirkan solusi bagi pengguna Zenbook DUO (UX8406) yang tidak ingin menggunakan keyboard fisiknya. Melalui ScreenXpert, pengguna Zenbook DUO (UX8406) dapat menghadirkan keyboard virtual dalam layout penggunaan yang berbeda-beda lengkap dengan touchpad virtual.

Saya tuh pertama kali lihat mbak-mbak di YouTube sedang tutorial canva pake laptop trus tangannya tinggal geser-geser layar nggak pake mouse itu kagum banget loh. Ternyata sudah tiba masanya laptop pun bisa touchscreen. Asus ZenBook Duo UX8406 ini bisa digunakan dengan mode keyboard virtual seperti saat kita menggunakan smartphone. Laptop ini juga dilengkapi dengan touchpad virtual. Dengan mode virtual seperti ini, rasanya anggota tubuh lebih mudah menyatu dengan perangkat. Geser-geser, sat-set, perintah dari otak lebih cepat dieksekusi dengan sinyal yang langsung diteruskan ke perangkat melalui jemari kita.

5. Sharing Mode: Mode paling unik di Zenbook DUO (UX8406) ini memungkinkan pengguna untuk berbagi layar dengan orang lain secara lebih mudah. Cukup buka layar laptop ini hingga 180° dan aktifkan mode ini. Kedua layarnya kini saling bertolak belakang sehingga memudahkan dua orang untuk berinteraksi secara langsung ketika menggunakan Zenbook DUO (UX8406).

ASUS Zenbook DUO mode berbagi layar
ASUS Zenbook DUO: Mode Sharing 

Mode ini populer digunakan untuk sharing screen saat meeting berhadapan. Misalnya sedang menjelaskan suatu diagram, bagan, atau statistik. Untuk menyimak layar yang sama, pengguna yang berbeda bisa menyimak layarnya masing-masing dengan mode ini.

Untuk saya yang desainer grafis, mode ini bisa digunakan saat menjelaskan detail project desain kepada klien. Misalnya klien ingin dibuatkan label produk, saya akan mempresentasikan desain saya kepada klien dengan menjelaskan secara detail konsep desainnya mulai dari pemilihan warna, filosofi, konten dalam desain, tipografi, dan pemilihan elemen. Saat saya menjelaskan semua itu, klien bisa menyimak layar yang sama dengan saya, namun dalam posisi duduk masing-masing.

Mode layar bertolak belakang ini bisa menjadi solusi juga bagi ibu-ibu yang sedang mengajari atau menyimak bacaan Qur’an anak-anak (tahsin). Ibu-ibu yang sedang libur shalatnya tak perlu libur juga menyimak anaknya mengaji. Memantau bacaan anak jadi memungkinkan tanpa perlu memegang mushaf, cukup posisikan layar secara bertolak belakang untuk bisa menyimak halaman Qur’an yang sama dan berinteraksi dengan fleksibel.

Laptop Seharga Umroh? Is it Worth to Buy?

Harga laptop ini adalah Rp33.999.000. wow...mahallll!!! Para ibu yang sudah kadung terpesona dengan laptop cerdas yang diidam-idamkan bakal jadi bestie sehari-hari jadi meronta protes. Masak laptop bisa buat berangkat umroh? Mahal bangettt!!

Iya, ini mang laptop mahal. Namanya juga laptop revolusioner terbaik di dunia. Jutaan mata tertuju memimpikan laptop ini jadi miliknya. Lalu, kalau terasa mahal, haruskah lupakan saja untuk memilikinya?

Ah, masa gitu Bu! Kalau tujuan punya laptop ini buat gaya-gayaan ya mungkin sayang ya kalau terlalu ngotot memilikinya. Tapi kalau tujuannya untuk membantu meningkatkan produktivitas, mengerjakan project-project besar, mendampingi belajar anak, dan menebar sebanyak mungkin manfaat, silahkan pertahankan.

Siapa manusia dengan mimpi paling berani di dunia? Jawabannya adalah seorang ibu. Ibu tidak takut bermimpi memiliki anak Sholeh, sehat, cerdas, sukses dunia dan akhirat. Padahal ibu sadar kemampuannya mengasuh, mendidik, membiayai, minim sekali. Tapi ibu tak pernah takut untuk mimpi berharga itu. Seorang ibu selalu punya keyakinan pasti ada jalan kalau terus berjuang dan berdo'a.

Dan memang satu per satu mimpi itu terwujud. Jadi, kalau hanya sekedar laptop yang akan bantu tugas dan pekerjaan ibu, mengapa takut bermimpi?
Jalan itu bisa dari diri sendiri atau melalui tangan orang lain. Tiba-tiba ibu mendapat job besar atau bisnis ibu untung banyak, hal yang mungkin saja, kan? Atau ibu mendapat hadiah dari suami tersayang yang melihat perjuangan ibu untuk keluarga, well siapa tau ya? So, jangan sepelekan keinginan kita ya, Bu. Demi hal yang lebih baik dan bernilai.

Jika membeli laptop ini, ada 2 Tahun Garansi Global dan 1 Tahun ASUS VIP Perfect Warranty

ASUS Zenbook DUO Siap Menemani Langkah Produktifmu, Let's DUO It!

Dengan spesifikasi ASUS Zenbook DUO UX8406 yang super tangguh, canggih, dan keren desainnya, rasanya sulit untuk menolak memimpikannya. Ini bukan saja laptop masa kini tapi juga siap menyongsong masa depan dengan lebih produktif. Ibu digital yang aktif, memiliki visi terus bertumbuh dan berkarya menebar manfaat sangat layak untuk memilikinya dan menjadikannya teman di hari-hari berharganya. Semoga semua mimpimu terwujud ya, wahai para Ibu pembangun peradaban.

Referensi:
Press Release ASUS Zenbook DUO UX8406

https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/nabhanfjr/636da58d37cb2a2486433462/sentuhan-ibu-di-era-society-5-0

https://feb.unesa.ac.id/post/webinar-kartini-di-era-society-50


https://edukasi.kompas.com/read/2019/12/22/12002841/hari-ibu-ini-6-kecakapan-yang-perlu-dimiliki-ibu-tangguh-zaman-now

https://teknologi.bisnis.com/read/20230519/101/1657321/survei-apjii-2023-pengguna-internet-ri-tembus-215-juta-orang

https://www.kitalulus.com/kerja-remote/pekerjaan-remote-ibu-rumah-tangga

https://infobisnis.id/2021/08/04/perubahan-kehidupan-ibu-di-era-digital/

https://www.google.com/amp/s/www.beritasatu.com/news/468595/peran-ibu-di-era-digital/amp

https://www.republika.co.id/berita/nzr2976/ibu-ideal-di-era-digital

https://m.kumparan.com/pengetahuan-umum/peran-ibu-gen-z-membangun-keluarga-di-era-digital-21Wcvz4gbev/4

https://www.google.com/amp/s/id.theasianparent.com/theasianparent-rilis-digital-mum-survey-2022/amp

https://nova.grid.id/read/053106029/17000-ibu-tunjukan-minat-jadi-content-creator-lewat-komunitas-welovesupermom-indonesia?page=all







‹ OlderNewest ✓

Post a Comment

Ingin memberi tanggapan atau saran? Silahkan drop di comment box. Terima kasih!